Sabtu, 23 Januari 2016

Can I Call You "Mine"?

Adalah malam yang sama, ketika sempat saja aku merasakan bahwa aku tak selalu sendiri. Seakan aku mencari diriku dalam entah apa. Bertanya dalam suasana yang tercampur dengan apa. Diiringi dilema mungkin lebih tepatnya. Semoga tuhan bisa mengkondisikan hatiku yang semrawut. Dari celotehan mereka yang membicarakanku, membicarakan tentangku. Atau tentang batu dan angkuhnya aku. Hm...

Seandainya boleh sebentar saja kau beri detik untukku bersandar di pusara waktu yang kian menipis, aku ingin sesekali berdalih tentang hasratku, tentang hatiku. Seolah yang menua kini menjadi muda. Atau tentang bunga di trotoar seberang jalan sana yang selalu menunjukkan wanginya namun tidak sesekali bergumam. Atau bisa jadi tentang tanaman yang kian merambat di pagar rumah atau lainnya. Yang jelas, aku jatuh cinta.

Ini bukan tentang bintang paling terang, atau semacam kias benda langit lainnya yang tak pernah ku jumpai. Ini semacam bayangan, yang semakin ku kejar, seakan ia mendekat dan semakin erat. Aku sering merasakannya, tapi sekejap hadir, lalu hilang tak ada. Aku hanya ingin kita mampu bertahan sekuat apapun yang bisa kita lakukan. Dengan kita bersisian dan saling menyampaikan rindu meski dalam sebalut doa, tuhan tidak akan membelokkan permintaan hamba-Nya. Tetap disini, menunggu puisi malamku yang sesekali hadir dari inspirasi bayanganmu, semoga kamu mengerti kenapa sosokku bisa begitu mengagumimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar