Biar saja aku rajut kembali waktuku yang telah terserak. Biar seperti lilitan benang-benang kenangan yang harus ku sulam dari awal. Harus lagi membaca denah dan berapa celah yang harus ku lewati. Biar.. Aku sudah terbiasa merajutnya dari awal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar