Lalu dengan ketelanjangan rasa, aku mengaburkan seluruh harapanku yang dulu pernah ku pahat di memori otakku. Yang akhirnya kini hanya menjadi bayang-bayang semu belaka. Aku bersyukur, ternyata hati dan otakku masih sedikit realistis. Ya, untuk hidup di dunia semu ini memang harus realistis. Di tinggalkan, biarkan. Di hianati, putuskan. Dan ketika ia menghilang, cari lagi. Right?
Life's Simple
Seperti kini aku mengagumi oksigen dalam paruku. sehingga apa yang aku hirup adalah kamu. Ya, mungkin seperti itu.
Mungkin harusnya aku seperti ini, dari dulu, sehingga tak ada sedetik waktupun ku habiskan untuk menangisi seseorang yang buta mata hatinya, yang tuli telinganya. Demi menemukan satu hirup nafasku melalui kamu. Kamu yang kini aku jumpai.
Bahwa aku mengagumimu sesering yang tak pernah kau duga.
Bahwa aku mengingatmu dua kali dalam hidupku,
Ketika ku menghirup nafas, dan menghembusnya.
Begitu seterusnya.
Pernah kah kau rasakan Tuhan membisikimu dikala seperempat malam dan kau masih terjaga?
Adalah aku yang menginginkanmu tetap dalam taqwa-Nya
Aku yang menginginkanmu tetap dalam langkah-langkah lindungan-Nya
Tetap menikmati nafasmu
Hingga dalam tengadah kedua tanganmu pun kau sematkan namaku.
Mengenalmu, aku menjadi lupa bahwa aku dulu pernah terluka. Aku mencintai bunga mawar, dan mungkin aku terlalu erat menggenggamnya. Sampai aku lupa, bahwa yang tergenggam masih bisa terlepas, kan? Hingga aku mencoba melepaskan genggamanku, dan ku obati lukaku, lama. Selama waktu yang aku butuhkan. Hingga aku bertemu nafas, yang seolah nyawaku bertambah jadi dua, dan luka dari tangkai bunga mawarnya kini mulai sembuh, mungkin hanya beberapa bekasnya masih terlihat bernoda. Tapi aku yakin, berjalannya waktu, meski lambat, semuanya akan semula, dan baik-baik saja. Sekarang, aku menikmati penantian-penantian panjangku selama ini. Hirup udara segar di pagi hari, menikmati secangkir cokelat hangat yang hangatnya sehangat tatapan matamu, semanis senyummu, dan seteduh kasihmu. Ya, lets Move On, Move Up and Move Away.
Aku tunggu kelanjutan ceritanya, yang insipirasinya datang dari bayanganmu.
Bogor, 29-Mei-2016
Ayu Fatmawati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar